1
Ia dan kekasihnya ingin menciptakan sebuah pelukan yang mampu menjadi pohon. Yang kemudian berberai sebagai molekul-molekul kecil yang menciptakan pelukan-pelukan lain di tubuh yang lain
2
Pelukan bukan serupa pakaian. Ia sering lupa pada hal itu. Untuk mengingatkan itulah, kekasihnya selalu memeluknya dan membuktikan bahwa pelukan jauh lebih hangat dari sekedar pakaian.
3
Kelak, jika benar pelukan itu akan menjadi pohon, ia ingin memanjat pohon itu bersama kekasihnya. Mereka akan menyaksikan kota dari atas sana.
4.
Pelukan, berapapun ukuran tangan si pemeluk, dan betapapun ukuran tubuh, selalu bisa muat dan nyaman. Pelukan selalu muat di tubuh mereka. Padahal mereka telah terlalu tua untuk sekedar mengira-ngira.
5.
Ia selalu berdongeng tentang pelukan yang selalu utuh kepada cucunya. Ia berharap suatu ketika, cucunya yang pendiam dan penakut, bisa memberikan pelukan yang sangat berani dan takluk.
6.
Setiap kali bangun pagi, ia selalu menemui cermin di sudut kamarnya. Ia bertanya kepada seseorang di dalam kaca: “Sudahkah kau memeluk dirimu hari ini?” iya ingat penyair bernama: M Aan Mansyur.
7.
Saat hujan jatuh, tubuhnya yang kesepian selalu memimpikah hujan pelukan. Tapi kadang ia sadar bahwa ia hanya seorang yang selalu suka berlebihan.
8.
Sejak kehilangan pelukan, ia memutuskan untuk mencari pelukan di tiap-tiap tubuh orang yang ia jumpai. Tapi tak satu pun pelukan yang sama seperti yang ia cari. Jika kau temui ia di jalanan, peluklah ia walaupun ia tampak tak terlalu bahagia.
9.
Ketika ia berpergian, ia selalu mencemaskan keselamatannya agar pelukan yang ia rawat di tubuhnya selalu terjaga.
10.
Tubuhnya dewasa oleh pelukan yang datang dari berbagai macam orang. Setelah ia tua, ia memeluk anak dan cucunya, agar mereka bisa pula dewasa sebagaimana mestinya.
11.
Nuklir bukanlah cara yang selalu tepat untuk menyelesaikan perang. Saya mengusulkan satu senjata baru: pelukan. Meskipun setelahnya PBB bisa mengklaim “Pelukan” sebagai alat perang, tidak masalah.
12.
Pelukan, walaupun ia asing bagimu. Tapi ia selalu berusaha untuk tidak asing bagimu. Setiap waktu ia berupaya mengenali tubuhmu dan dirimu.
13.
Semenjak ia memeluk seseorang di stasiun itu, ia ingat sesuatu. Ia ingat pelukan akan selalu mengingat mereka berdua. Maka setelah bertahun-tahun semenjak peristiwa itu, mereka kembali berpelukan di stasiun untuk memintal kembali kenangan yang rekamannya terlalu panjang.
14.
Pelukan selalu terjadi di bandara, stasiun, halte dan dermaga. Pelukan adalah kepergian, juga kedatangan.
15.
Di lain waktu, pelukan bisa menjelma bagian dari jarak. Ketika kau sedang menelfon seseorang yang jauh darimu, sebenarnya engkau sedang memeluknya. Betapa hangat!
16.
Mereka yang mampu menciptakan pelukan setiap hari, akan berjalan dengan tubuh yang berat. Ia merangkul begitu banyak pelukan. Tapi ia tahu bahwa ia bahagia.
17.
Kau mungkin tak bisa memiliki sepasang sayap seperti burung atau ayam untuk mengesankan kau adalah seorang malaikat, tapi kau memiliki pelukan yang senantiasa mengingatkan kau adalah manusia biasa yang selalu butuh seseorang untuk menciptakan serangkul pelukan. Misalnya orang itu aku?
18.
Kata peramal tua itu: “Suatu hari hidupmu akan berakhir pada sebuah pelukan. Seperti halnya kau lahir. Aku tidak bisa memberi tahu, di pelukan manakah kematianmu akan berlangsung.”
19.
Ketika lahir, semua manusia lahir dengan tubuh yang gamang. Untuk itulah ia menjalani hidup. Dari pelukan demi pelukan agar ia bisa berjalan seimbang dan kuat. Ketika menikah, ia menemukan pelukan yang setia menguatkan tubuhnya sampai kematian datang memeluk.
20.
Kapankah terakhir kali pelukan hinggap dan hidup di rangkulanmu?




Komentar Terakhir