KENANGA
disini, di tampuk bunga yang patah dan kering
pernah tumbuh sekuntum kenanga kuning
kau memetiknya saat aku berusaha menahan kepergianmu
yang menolak membawa serta rindu.
engkau mencium kenanga untuk siapa?
aku mencium sisa tampuk yang patah
dan mencari-cari siapakah yang salah;
waktu ataukah hatiku lah yang mudah goyah
saat angin ribut membawakan kita sebuah degup
yang ternyata menumbuhkan sebuah kuncup
engkau mencium kenanga untuk siapa?
aku urung memagut kepergianmu
yang menolak membawa serta rindu
kini di tampuk bunga yang layu ini
tak ada yang akan sedia tumbuh lagi
tapi ada yang selalu tumbuh meski berkali-kali kurenggutkan
bukan kenanga, sayang. bukan.
hanyalah beberapa patah kenangan.
Padang, 2010




Komentar Terakhir