PADA SUATU SIANG KETIKA MATAHARI DENGAN SEMANGAT-SEMANGATNYA MELAKUKAN TUGAS UNTUK MEMANAS-MANASI BUMI, KITA RASAKAN ADA YANG TIBA-TIBA MENUSUK JANTUNG HATI

5 11 2010


Aku tak tahu apa mau bocah kecil itu sebenarnya, ia bukanlah burung atau bayi. Yang jelas ia memiliki sayap. Di tangannya sebuah mainan yang berbahaya; busur panah lengkap dengan beberapa pucuk anaknya.

Kita tak menghiraukannya. Sama seperti kita tak menghiraukan pertemuan-pertemuan yang tak terencana.

Tapi ada yang tiba-tiba membuat suasana menjadi sepi saja. Padahal hiruk pikuk sedang membisingkan telinga kota.

Ya, ada dua anak panah yang berlepasan.

Satu menancap di dadaku, satu lagi merasuk ke dalam jantung hatimu.

Kita tiba-tiba mengerti apa arti bertemu.

Dengan dada yang tertancap anak panah, kita menguasai kota dan melengkapi hiruk pikuknya. Bocah kecil bersayap itu tak lagi di tempatnya.

Maka bagaimana kalau kita bergantian mencabuti anak panah yang menusuk itu. aku mencabutmu, engkau mencabutku.

Jangan bergesa-gesa. Aku ingin ia tertancap lebih lama sebenarnya. agar kita punya alasan yang sakit untuk tetap selalu menjaga.

2010


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.