JEMBATAN
ucap seorang penyair, terlalu banyak jembatan di kota ini
dan aku menyadarinya saat aku bertemu engkau di sini
di Jembatan Siti Nurbaya
entah pisang bakar keju itu yang menimbulkan rasa manis
atau sesuatu yang tak pernah ingin kita gubris
ya, terlalu banyak jembatan di kota ini
biarkan aku menambah satu bangunan lagi
untuk menuju engkau
agar engkau sampai aku jangkau
kau tahu, seperti ada kapal yang sulit menyebrang
seperti ada sesuatu yang sangat mengambang
seperti tiba-tiba aku ingin menjadi anak kapal yang mencari labuhan
dan laut ini kepada engkaulah aku dihantarkan
maukah kau menerima talinya?
serta membiarkan muaramu terluka oleh jangkarku yang tajam
menusukmu dengan perhentian yang teramat tanam
untuk itulah aku membangun sebuah jembatan
agar ada yang bisa senantiasa dihantarkan
agar ada yang senantiasa bertautan
mungkin akan tiba suatu masa
dimana jembatan tak lagi mempertemukan kita
seperti Jembatan Siti Nurbaya yang mempertemukan—namun juga memisahkan
mungkin esok aku akan meruntuhkan bangunan jembatan menuju engkau
dan menyisakan diri kita yang memandang dari kejauhan
sambil menduga-duga
air mata siapakah yang akan tumpah duluan.



Komentar Terakhir